Skip to content

Isyana Sarasvati dan Loyalitas Brand Ambassador

4 menit

Keberhasilan Isyana Sarasvati memperkenalkan Tokopedia kepada saya — pembelian pertama saya di sana adalah CD bertandatangan dia, lantas membuat saya jadi ingin ikut ribet juga dengan kasusnya.


Anda mungkin sudah tahu ceritanya. Tapi biar ada kerjaan, saya ceritakan lagi.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar cetak, Isyana mengatakan jika dia tak pernah melakukan transaksi di toko online. Hal yang mengejutkan sebab dia adalah brand ambassador dari Tokopedia yang tak lain adalah sebuah toko online.

Dia lantas membuat klarifikasi lewat sebuah tweet, sembari menyanjung merek yang dia wakili itu. Eh, sudah jatuh malah dijatuhin lagi. Netizen mengungkap bahwa dia mengirim tweet itu dari iPhone.

Isyana — selain Tokopedia, juga merupakan bintang iklan handphone Oppo. Otomatis tindakan mengirim tweet dari iPhone menandakan dia sama sekali tak menggunakan merek yang dia wakili.

Hal yang terakhir ini sebenarnya sempat terjadi di level internasional pula, bahkan pada selebritas dan merk yang lebih prestise.

Di tahun 2013, Alicia Keys yang ditunjuk menjadi Creative Director Blackberry kedapatan mengirim tweet dari iPhone. Kala itu, Alicia berkilah bahwa ada hacker yang menyusup ke dalam akunnya dan mengirim tweet itu lewat iPhone. (Ah, yang benar saja…)

Kejadian-kejadian tadi kemudian menjentik pikiran saya dengan pertanyaan, apakah seorang brand ambassador atau bintang iklan wajib untuk menggunakan produk yang dia wakili?

Pertanyaan ini saya temukan jawabannya dalam artikel menyangkut kasus Isyana Sarasvati juga. Disana dituliskan,

Dewan Periklanan Indonesia sebenarnya sudah mengantisipasi iklan-iklan yang mempromosikan sesuatu yang tidak benar. Hal itu telah diatur di dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI) 2014 dimana brand ambassador sebuah produk haruslah pemakai produk itu selama yang bersangkutan menjadi brand ambassador hingga kontraknya berakhir.

Pertanyaaan berikutnya pun muncul. Lantas apakah selebritas yang punya segudang kontrak iklan pula diharuskan menggunakan produk yang dia pariwarakan. Bagaimana Suzy atau Seolhyun yang merupakan ratu iklan di Korea, atau Agnes Monica di level domestik menghadapi ini?

Rupanya ada pembedaan antara brand ambassador dan bintang iklan. Masih saya kutip dari artikel yang sama,

Ketentuan (menjadi brand ambassador) itu sama dengan testimoni, yang memang harus benar-benar memakainya. Jika ternyata brand ambassador tak menggunakan produk tersebut, maka EPI menganggapnya tak etis, karena iklan tersebut tidak mengatakan yang sebenarnya. Lain dengan bintang iklan yang memang tidak wajib memakai produk tersebut.

Jadi, Isyana tak begitu bersalah pasal mengirim tweet dari iPhone itu. Namun sebagai brand ambassador Tokopedia, dia jelas — menurut klarifikasinya, terjebak dalam kesalahan konteks yang fatal.

Di sisi lain, memilih brand ambassador memang haruslah melalui seleksi ketat. Sebab, selebritas yang terpilih akan menjadi ‘wajah’ bagi produk tersebut.

Memang tak semua selebritas seperti Cindy Crawford. Mbak Cindy sudah menjadi ‘wajah’ jam tangan Omega sejak tahun 1995. Penunjukkan Cindy sebagai brand ambassador Omega ini juga merupakan cikal bakal merebaknya selebritas menjadi brand ambassador.

Kini Cindy Crawford sudah lebih 20 tahun menjadi brand ambassador Omega. Apakah dia benar-benar memakai jam tangan Omega?

“Oh, man. Saya punya sepuluh,” ungkapnya kepada Philippine Star tahun lalu.

Dan soal ‘benar-benar menggunakan’ produk ini, menarik untuk merujuk soal bagaimana Haruka Kudo —oshi saya di Morning Musume ’16, digaet menjadi brand ambassador pembersih muka Proactiv+. Haruka memang pengguna produk ini sebelumnya, dan di tahun 2014 dia sempat menulis di blognya soal produk tersebut.

“Belakangan ini, adalah masa dimana saya mengalami kondisi kulit yang buruk. Saya sudah mencoba segala macam sampai akhirnya saya menemukan Proactiv+ dan itu menyelamatkan saya. Jerawat saya sembuh dengan baik, jadi bagi yang mengalami kesulitan menghadapi jerawat, boleh dicoba!”

Sejak tulisan Haruka di blognya itu, dia masih terus menggunakan produk tersebut hingga kini. Dia kerap membeli produk itu lewat vending machine yang terdapat di stasiun yang rutin dia lalui. Beberapa penggemar pun lantas mengunjungi lokasi vending machine itu berada karena dianggap sakral. 😂

Barulah di awal tahun ini, Haruka akhirnya ‘lolos seleksi alam’ menjadi brand ambassador Proactive+. Wajahnya menghiasi halaman website dan sebuah iklan panjang berdurasi hampir 6 menit dibuat penuh berisi testimonialnya terhadap keampuhan produk Proactive+.

Tak mudah untuk menemukan brand ambassador yang natural seperti Haruka Kudo.  Proactive+ pun butuh dua tahun sebelum akhirnya menemukan selebritas yang benar-benar memakai produk mereka dan sesuai dengan segmen target (remaja). Di sisi lain, loyalitas dari Cindy Crawford dan Haruka Kudo juga menunjukkan bahwa itu bukan hal yang mustahil.

Mungkin produknya yang kurang berusaha? 😅

Komentar Anda